Pojok Dewasa : Aku Dengan Polwan Cantik Yang Mengambil Perjakaku
Pojok Dewasa : Aku Dengan Polwan Cantik Yang Mengambil Perjakaku
POJOK DEWASA Kisah ini terjadi sekitar 2018 an, saat aku masih kuliah
sambil cari kerja sampingan buat biaya kuliah. dan pada saat itu aku di tawari
untuk bekerja sebagai operator di warnet yang aku pikir lumayan lah untuk biaya
tambahan kuliah.
Saat itu aku jaga warnet malem sendirian, harusnya sih
berdua, tapi biasa lah ada aja alesan untuk ngilang. Yang heran, tumben warnet
sepi banget (padahal tahun2 segitu saat orang jarang punya modem sendiri,
warnet ndak pernah sepi lho). Jadinya aku santai-santai sambil browsing materi
kuliah, sambil slonjor-slonjor dan nyamil kacang.
Sekitar jam 9 ada suara motor berhenti diluar. Hah, akhirnya
ada pengunjung juga. Pintu kemudian dibuka, Nampak cewek masuk, bodynya tinggi,
wajahnya imut sih, rambut potong pendek dan pake jaket dan celana panjang.
Mau nge-net ada mas? tanyanya.
Oh, silahkan mbak, kosong kok. Bebas milih mana saja.
Jawabku ramah sambil melihat wajah imut tersebut.
Makasih mas, saya dipojok situ aja
dia lalu menuju bilik yang pojok, terus nglepas sepatu dan duduk (bilik
warnetnya lesehan semua). Aku lihat sepatunya sepatu kulit, kayak-kayaknya
bukan cewek biasa nih. Setelah duduk, dia membuka jaket, ternyata dibalik
jaketnya dia memakai seragam polisi, pangkatnya Segitiga Kuning satu biji, ohh
Sersan Dua pangkatnya. Ohh.., seorang polwan yang manis pikirku.
Mas, username ama passwordnya apaan nih?? tanyanya, sambil menoleh
ke aku.
Ehh.., ohh.., bebas kok mbak, langsung aja kataku jadi
sedikit gagap gara-gara terpana plus kaget.
Okey mas, makasih
Beberapa menit sambil browsing aku curi-curi lihat ke mbak
polwan tadi. Lama-lama kok beberapa kali ketahuan lagi nyuri pandang. Akhirnya
aku gak berani lagi ngliat dia. Konsentrasi aku alihkan ke monitor komputerku.
Karena bosan dengan materi kuliah, aku mulai browsing situs-situs hot.
Setengah jam berlalu, tiba-tiba aku kaget saat mbak tadi
sudah disampingku.
Mas, ajari bikin email dong katanya
Ehh ,ehhhh, ehhh iya aku panic, karena monitorku isinya
penuh gambar pasangan lagi adegan hot. ayo mbak, saya ajari aku langsung
berdiri dan mengajak mbak polwan tadi ke biliknya (supaya aku gak tengsin &
terlalu lama salting didepan komputerku).
Aku mulai ngajari cara mbuat email dari dasar-dasarnya.
Sambil lirak-lirik aku baca namanya, sebut saja Maya. Maya tampak antusias
mendengar penjelasanku, kemudian mulai mencoba mempraktekkan langkah demi
langkah. Aku masih grogi, bagaimana tidak, lha wong dia polwan
hiiiii. Tapi kayaknya dia yang berusaha mencairkan suasana.
Mas sudah lama kerja diwarnet ya? tanyanya
Wah, baru kok mbak. Ini juga buat nambah-nambah biaya kuliah
jawabku sambil berusaha tersenyum, tapi masih kaku. Shitt.
wah, kok lancer banget gitu ya nge-netnya? Ehh, jangan
panggil saya mbak dong. Nih, kan namaku udah terpampang jelas gini. Panggil Maya
aja ya? Kalo nama mas sapa?
Saya Imam mbak.., wah nggak berani manggil gitu mbak. Ngak
sopan Jawabku sambil menggerakkan mouse.
Nggak papa kok, biar akrab. Lagian kayaknya kita seumuran
ya. Aku dua puluh tiga tahun kok paparnya blak-blakan, jarang yh cewek
blak-blakan masalah umur
Ya deh mbak, eh Maya, kalo saya baru dua puluh dua tahun
mbak, tuaan mbak dikit dong, ngomong-ngomong kok masih pake baju dines. Habis
tugas ya? tanyaku sambil kesempatan buat mandang wajahya yang manis (buehhh,
betul-betul manis nihh)
iya habis ikut pengamanan di balaikota, tadi ka ada demo
mahasiswi. Jadi Polwannya turun semua.
Ohh.., gitu. Lho mbak Maya kok gak pulang kerumah? tanyaku
lagi
Nggak, tadi lihat warnet jadi pengin mampir. Sekalian
belajar
Emang mbak Maya rumahnya dimana?
Di perumahan ****, yahh agak jauh sih. dia menjawab sambil
tersenyum manis wihhh.
Lho, udah nikah ya mbak? (nanya nya mulai gak konsen gara-gara
senyuman tadi)Udah, nikah sih udah satu tahun. Suamiku sipil, kerja di
expidisi. Tapi lagi ruwet nihh
, dia
kecantol ama temen kerjanya, ini aku lagi ngurus cerai katanya sambil sedikit
serak.
Ehm, maaf mbak. Lancang nanya.
Gak papa.., kalo mas sendiri? Lhahh, dia balas nanya
Belum mbak, pacar aja gak ada. Nanti-nanti lah
Ohh, padahal penampilan mendukung lhoh dia menjawab sambil
tersenyum lagi. Matek aku panas dingin langsung. Apalagi tangannya sambil
menyenggol bahuku beuhhh.
Ahh, mbak bisa aja. Ehh.., suami mbak terlalu juga ya. Mbak
yang secantik ini di khianati agak nggombal dikit jawabanku
Hahaha, cantik gimana? Biasa aja ah Sambil tangannya
disenggolkan ke bahuku lagi. Tapi, hatiku sedih sekali, makanya kadang kalo
pulang kerja aku ndak langsung kerumah. Tapi jalan kemana dulu gitu
Lho, cantik betul lho mbak, manis tinggi langsing lagi entah
darimana kata-kata ini kudapat, dia terlihat agak tersipu-sipu. Senyumnya makin
mengembang.
Ehmm.., makasih ya. Eh.., ngliat situs-situs yang kayak tadi
dimana ya? tanyanya agak malu-malu
Ehhh.., yang mana ya mbak? jawabku pura-pura bego
Ohh.., ehh gak papa ya mbak? Ini aku carikan alamatnya aku
mulai mengetik alamat, dan muncul gambar-gambar orang lagi bercinta berat. Aku
lihat matanya menatap monitor penuh hasrat. Ini tinggal di klik link-link yang
ada. Banyak kok nantinya Sambil aku beranjak pergi, mau
kembali ke tempat operator.
Ehh, kemana mas? Temenin aku dong, siapa tau nanti ad
kesulitan lagi. Sambil tangannya meraih tanganku dan menarikku untuk duduk
lagi. Disini aja ya.. dan aku mengangguk pelan.
Kami berdua mulai browsing situs-situs xxx atau Cerita
Panas, dan aku merasa duduk makin merapat. Mata Maya tak lepas dari monitor,
nafasnya terdengar agak memburu (aku juga demikian sihh hehehehe). Terasa
tubuhku mulai bersentuhan dengannya, hangat dehh. Tangannya ditumpangkan
kepahaku, membuat konty ku meluap meronta-ronta (waktu itu aku masih
betul-betul perjaka bayangkeunn), diusap-usap pahaku. Aku beranikan memeluk
pinggangnya yang ramping dan aku rapatkan tubuhnya ke tubuhku.
Mas, udah pernah kayak yang dikomputer ini ndak? tanyanya
pelan, agak berbisik. Wajahnya betul-betul rapat dengan wajahku, bikin aku
gelagepan.
Belum mbak, pacar aja gak punya, ciuman juga belum pernah
jawabku jujur.
Ehmmm, kalau gitu di berdiri kemudian berjalan kepintu
depan. Pintu dikunci oleh dia, kemudian tulisan closed dibalik. Lalu dia
kembali ke tempatku duduk, kembali memeluk aku yang sudah betul-betul panas
dingin.
Mau nggak kayak gitu?? setengah berbisik Maya nanya didekat
telingaku, seluruh badanku jadi merinding. Bibirnya ditempelkan ke telingaku.
Anjrriiiiittttt, aku gak bisa ngomong apa-apa. Tanpa menunggu jawabanku
tangannya menarik tangan kiriku, ditempelkan ke toketnya. Gak terlalu besar
sih, tanganku dibimbing untuk membuat gerakan mengusap dan meremas. Setelah aku
bisa gerak sendiri, tanganku dilepaskan. Kemudian tangan kanan Maya menelusup
kedalam kaosku, meremas dan memilin-milin putingku. Badanku kayak kejang semua
jadinya.
Mas, mau kan sama Maya? Satu malam ini aku milikmu masss
suaranya mendesah ditelingaku. Mulutnya memagut bibirku, lidahnya liar masuk
kemulutku. Sementara aku mendesah-ndesah keenakan (pengalaman pertama )
tanganku semakin aktif meremas toketnya. Tangan Maya kemudian membuka beberapa
kancing baju dinasnya, ehhh ternyata masih ada kaos dalam. Kaos dalam dia
sibakkan ke atas, kemudian BH juga dia sibakkan ke atas. Tanganku ditarik lagi
buat meremas-remas toketnya, aku mulai bersemangat.Cerita Pemerkosaan
Tangan Maya menelusup ke celanaku, kontolku yang udah
bengkak diremas-remas, ahhhhhh. Ubun-ubun kayak mau meledak. Sementara Maya
terus memagut seisi mulut dan lidahku. Perlhan kaosku dinaikkan keatas, bibir Maya
kemudian pindah menjelajahi dadaku. Lidahnya menjilati putingku. Huuuuuhhhhh,
sambil sesekali terasa gigitan-gigitan kecil yang sering bikin aku kaget.
Terasa seluruh dadaku disapu lidahnya.., rasanya nyaman-nyaman gimana gitu,
lidahnya mulai turun menjilati pusarku. Karuan aja aku mengelinjang
kesana-kemari.
Perlahan tangannya membuka risluting celanaku, diturunkan
sebatas lutut. Didalam cd, kontol ini mulai terasa berdesir-desir, sementara Maya
dengan buas menciumi batang kejantananku. Tak lama kemudian, cd ku dilorotkan
sebatas lutut juga.
Mas, burungnya lumayan besar ya.. emmm sambil tangannya mengelus dan meremas-remas batangku.
Uhhhh, emang besar ya mbakkk??? tanyaku sambil merem melek
Nggak terlalu besar sih, tapi pas segini nih
Maya menjawab sambil tangannya mulai mengocok batangku.
Massss., burungnya aku emut yaa??
Iya mbak Aku udah gak konsen, Maya lalu mulai mengulum
kepala dan batang burungku pelan-pelan. Lembut banget, tangan kananku dengan
gemas meremas-remas rambutnya yang pendek, rapi dan hemmmm., sangat wangi. Dan
tangan kiriki meremas toket dibalik baju dinasnya, kenyal banget.
Semakin lama kulumannya semakin cepat, aku semakin
menggelinjang dan kelojotan.
Ohhhh, Wii.., Mayaii.., sudahhhh, sudahhh, aku nggak
tahannnnn aku menceracau sejadi-jadinya. Baru
pertama kali diemut, sama cewk manis lagi. Wahhhh betul juga, pangkal batangku
mulai terasa senut-senut.
Mayaii.., ohhh gak tahan mbakkk senut-senutnya semakin
kencang dan akhirnya terasa ada sesuatu menggelegak crottt.., crottt. Spermaku
keluar didalam mulut Maya. Tapi.., aduhhhh Maya nggak melepas batang burungku,
tetap dikulum-kulum dan disedot. Terasa bukan nikmat yang sekarang, tetapi jadi
geli gak tertahan.
sudah mbakkk, geli aku.. sambil tanganku berusaha melepas
kepala Maya dari burungku. Tak berapa lama ia melepas mulutnya dari burungku,
uhhhhhh. Seluruh badan lemas serasa tak bertulang. Maya tersenyum melihatku,
kulihat mulutnya sedikit mengecap-ngecap.
Ehhh mbak, spermaku mbak telan ya?? tanyaku
Iya, nggak papa kok. Sehat tuh, rasanya emang agak asin
sihh. Lagian daripada nyemprot kemana-mana, bisa kena macem-macem tuhh
. Maya menjawab sambil tersenyum
genit. Tangannya mulai bergerilya lagi mengejar batang burungku yang sudah
mulai mengkerut. Dipegang dan mulai dielus lagi
,
aku masih menggelinjang geli
, tapi
lama-lama mulai terasa hangat dan nikmat lagi. Mulutnya kembali memagut
mulutku, kami berciuman dengan ganas. Aku mulai bisa mengimbangi permainannya.
Mas, setelah ini giliranku yang dikasih kenikmatan ya?
sambil nafasnya mulai tersengal-sengal
Ya mbak, aku puasin mbak dehh
tanganku dibimbing untuk ikut melepas celana dinas coklat miliknya. Aku
plorotkan hingga sebatas lutut. Tampak celana dalam warna hitam yang menutupi
gundukan. Nggak sabar sekalian aku plorotin celana dalamnya. Terlihat jembut
tebal menghiasi gundukan daging. Tanganku mulai mengusap dan berusaha menyibak
jembutnya, mencari sesuatu seperti yang ada di situs-situs porno.
Dengan lembut tangan Maya membimbing tanganku, dan
mengarahkan mulutku kearah memek nya. Cuma karena celana Cuma dilorot sebatas
lutut, maka agak sulit untuk sampai ke memek nya. Akhirnya lidahku dapat
menjangkau memeknya, kujilat dikit-dikit dan terasa agak basah (hihihi, agak
bau keringat ya.., nggak papa). Maya mulai mendesah lirih, aku tambah ritmenya.
Masss, ayo masukin aja ya, udah nggak tahan nih.. Maya
bersuara lirih.
Ya mbak Aku kembali berdiri dan bersiap dengan burungku.
Tapi aku kebingungan, dengan posisi celanaku yang sebatas lutut dan Maya yang
juga sama kami berdua keliatannya sama-sama bingung.
Mbak, masukinnya gimana nih??
Ehh.., iya ya mas., gimana kalau dari belakang saja? Aku
agak nungging ya
Ya deh.., terserah mbak. Aku masih bingung nih.. Lalu Maya
berbalik dan posisi merangkak, kedua pahanya direnggangkan sehingga memeknya
sedikit tampak membuka.
Sini mas, masukkan, tusuk ke yang sini yaa tangannya
menjangkau dan memegang batangku, ditarik pelan-pelan kearah lubang memeknya
yang agak basah. Sebentar kemudian, kepala burungku digesek-gesekkan ke
memeknya, nikmat sekali.
Aku mulai sedikit mendorong batang burungku kelubang
memeknya. Pelan-pelan, batangnya mulai ambles kedalam memek. Tanganku mulai
meremas-remas pantat Maya. (gila, bulat banget nih pantat polwan, kenceng
banget lagi. Banyak olahraga kali ya?). Terkadang tanganku menyusup kedalam
baju dinasnya dan meremas-remas toketnya serta memilin putting susunya. Maya
mendesah-ndesah keenakan.
Gimana masss??? Enakkk? terus mas maju mundur aja.
Ya mbak, enak. Mbak seksi banget yahh, udah langsing
pantatnya montok lagi pujiku jujur
Ahhh mas, bisa aja. Burung mas juga enak kok
, kuat banget, padahal baru keluar habis-habisan lho tadi
godanya genit. gimana mas perasaannya nggoyang polwan??
Ehhh, agak deg-degan juga sambil pinggulku memaju mundurkan
batang didalam memeknya. Sambil mataku lihat jam dinding, 22.30. tanganku
semakin familiar dengan lekuk-lekuk tubuh Maya. Pundak Maya kemudian merendah,
pantatnya sekarang benar-benar nungging, nafasnya mulai memburu tak teratur.
Ahhhh mass, enakkkkk, terusss badannya mengeliat-geliat,
sesekali tampak pantat bulatnya mengejang. ohhhh. Ohhhhh.., ahhhhhhhh Tampak
seluruh badan Maya mengejang beberapa saat dan kemudian mengendur pelan-pelan.
Aku dah orgasme mass., ayo mas terus aja sampe keluar
matanya sayu tapi mengerling manja ke arahku. Mau ganti gaya ya mas?? Spooning
aja ya? Mas pasti tau dehh yukk
Ya mbak aku pelan-pelan rebah bersama Maya. Posisi spooning
sekarang, aku peluk Maya dari belakang sambil sku sodokkan burungku
berulang-ulang dan sekuat tenaga.
ahh, ahhh, ahhh Maya menjerit pelan, aku terus memompa.
Ahhhh mbakkk, akuu keluarrrrr tubuhku mengejang dan crott
crottt. Spermaku keluar untuk kedua kalinya Pelukanku ke Maya bagai
mencengkeram sampai Maya sepertinya sulit bernafas.
masss., puas ya ucapnya lembut dan manja, aku hanya
mengangguk sambil tersenyum. Aku melirik jam dinding.., sudah jam 23.15.
Ada apa sih mas, kok lihat jam??? Nggak suka ya? Maya
merengut
nggak mbak.., tapi udah hamper jam setengah dua belas,
temenku yang aplusan jaga bentar lagi dating jelasku.
Ohhh kirain.. senyumnya manja kemudian kepalanya menoleh ke
wajahku dan mulai memagut mulutku lagi. ya udah, kita beres-beres dulu yuk. Aku
melepas batangku yang mulai lemas dari memeknya, kuambil tisu untuk menahan dan
membersihkan cairan disekitar memeknya.
Makasih ya mas sambil dia merapikan kembali seragam
polwannya. Merapikan lagi rambutnya yang pendek, aku suka sekali melihatnya.
Mbak cantik banget dehhh
ahhh mass., makasih juga. Sama-sama, aku juga sangat
menikmati ini kok. Kalau bisa lain kali kita ketemuan lagi, aku percaya kamu
kok balasnya masih dengan nada manja. Ehh, boleh minta nomer hp ya mas, supaya
bisa ketemuan lagi
Tentu mbak, mbak baik banget. Perjakaku diambil mbak lhoo..
aku sedikit tersipu
Ohhh, maaf ya. Habis aku pngen banget sihhhh semoga kamu
suka dan nggak kapok setelah rapi, dia memakai sepatu dan mau membayar
internet. ndak usah mbak.., ini bayarannya sudah sangat berlebih kok jawabku
Ahhh yaudah. Makasih ya .. Setelah tukar menukar nomer hp, Maya
membuka pintu dan menyempatkan kissbye yang aku bales dengan lebih mesra.
Dan sejak itu kadang-kadang aku ketemuan dengan Maya
diberbagai tempat.Beberapa minggu setelah itu Maya bercerai dengan suaminya.
Hubunganku dengan Maya hingga tahun 2015. Tahun itu Maya udah punya suami baru,
seorang perwira polisi. Aku ndak berani ketemuan lagi, dan Maya kayaknya
sekarang betul-betul sayang sama suaminya. Aku turut bersyukur saja.


Comments
Post a Comment